04 Sep 2026 | 14
Di Tengah Luka Pascagempa, Kepedulian Itu Hadir: Desa Ngampang Mas Sampaikan Terima Kasih kepada Pa Sandri Gagu dan Partai Perindo Ngampang Mas — Di tengah suasana duka dan kekhawatiran yang masih dirasakan masyarakat akibat bencana gempa bumi, sebuah kepedulian hadir membawa sedikit harapan bagi warga Desa Ngampang Mas. Pemerintah Desa Ngampang Mas bersama seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada Bapak Sandri Gagu dari Partai Perindo, yang telah hadir memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi. Bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit, bantuan bukan hanya tentang apa yang diberikan. Lebih dari itu, bantuan adalah tentang kepedulian, kehadiran, dan rasa kemanusiaan. Ketika masyarakat sedang cemas, ketika rumah-rumah mengalami kerusakan dan banyak keluarga harus bertahan dalam kondisi yang serba terbatas, uluran tangan dari sesama menjadi kekuatan yang sangat berarti. Kehadiran Pa Sandri Gagu dan Partai Perindo menjadi bagian dari cerita perjuangan masyarakat Desa Ngampang Mas untuk bangkit kembali dari dampak bencana. Mungkin bantuan yang diberikan tidak dapat menghapus seluruh luka akibat gempa. Namun bagi masyarakat, kepedulian tersebut telah memberikan pesan yang sangat dalam: bahwa di tengah kesulitan, masyarakat tidak berjalan sendirian. Masih ada tangan-tangan yang tergerak untuk membantu dan hati yang peduli terhadap penderitaan sesama. Atas nama Pemerintah Desa Ngampang Mas dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan: “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pa Sandri Gagu dan Partai Perindo. Terima kasih karena telah hadir di tengah masyarakat kami dalam situasi yang tidak mudah. Bantuan dan kepedulian yang diberikan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bertahan, bangkit, dan menata kembali kehidupan setelah bencana.” Semoga setiap kebaikan yang telah diberikan kepada masyarakat Desa Ngampang Mas menjadi amal yang bernilai di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga pula kepedulian ini menjadi contoh bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas, dan dalam menghadapi bencana, kita semua adalah satu keluarga. Gempa boleh mengguncang tanah tempat kami berpijak, tetapi semangat gotong royong dan persaudaraan tidak boleh ikut runtuh. Terima kasih Pa Sandri Gagu. Terima kasih Partai Perindo. Salam dari masyarakat Desa Ngampang Mas. Kebaikanmu akan selalu kami kenang.
Baca Selengkapnya →
28 Aug 2026 | 287
SAMBUTAN KEPALA DESA NGAMPANG MAS Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan penyertaan-Nya, sehingga Website Desa Ngampang Mas dapat hadir sebagai ruang informasi, komunikasi, dan pelayanan publik yang modern, terbuka, serta mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan yang semakin dinamis, Pemerintah Desa Ngampang Mas berkomitmen untuk membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Website ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memperkuat keterbukaan informasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Pembangunan Desa Ngampang Mas senantiasa berlandaskan semangat **Lonto Leok Berbasis Adat**, yaitu budaya musyawarah, kebersamaan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat sebagai kekuatan utama dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan berbagai persoalan bersama. Melalui semangat tersebut, kami meyakini bahwa kemajuan desa dapat diwujudkan dengan tetap menjaga jati diri, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur masyarakat. Mari kita bersama-sama membangun Desa Ngampang Mas yang maju, mandiri, berdaya saing, transparan, dan sejahtera, dengan menjadikan adat, gotong royong, serta partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan. Terima kasih atas dukungan, kepercayaan, dan partisipasi seluruh masyarakat Desa Ngampang Mas. Kepala Desa Ngampang Mas Phillipus Adam Gandawaja
Baca Selengkapnya →
28 Aug 2026 | 29
128 Rumah Warga Desa Ngampang Mas Terdampak Gempa Bumi, Pendataan Berdasarkan Tingkat Kerusakan Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur — Dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Manggarai Timur terus dirasakan oleh masyarakat Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong. Berdasarkan pendataan sementara Pemerintah Desa Ngampang Mas, tercatat sebanyak 128 unit rumah warga masyarakat terdampak gempa bumi. Dari total 128 rumah warga yang terdampak tersebut, tingkat kerusakannya terdiri atas tiga kategori, yaitu kerusakan ringan, kerusakan sedang, dan kerusakan berat. Rincian jumlah rumah berdasarkan masing-masing kategori kerusakan masih terus diverifikasi melalui pendataan lanjutan di lapangan. Pemerintah Desa Ngampang Mas bersama para Kepala Dusun dan perangkat desa terus melakukan pendataan secara menyeluruh untuk memastikan setiap rumah warga terdampak tercatat sesuai kondisi sebenarnya. Pendataan tersebut mencakup kondisi bangunan, tingkat kerusakan, serta kebutuhan masyarakat yang terdampak. Selain rumah warga, gempa bumi juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum dan fasilitas pelayanan masyarakat di wilayah Desa Ngampang Mas. Fasilitas yang terdampak antara lain Gedung SDI Perang Wunis, SMPN Satu Atap Perang Wunis, Pospel Purak, Gereja Calon Paroki St. Roh Kudus Perang Wunis, serta jaringan pipa air minum bersih Desa Ngampang Mas yang mengalami putus. Jumlah kerusakan tersebut masih bersifat sementara. Pendataan terhadap rumah warga maupun fasilitas umum terus dilakukan dan dapat berubah seiring dengan adanya gempa susulan maupun laporan baru dari masyarakat. Pemerintah Desa Ngampang Mas juga terus melakukan pemantauan terhadap masyarakat yang masih berada di posko-posko darurat. Kepala Desa Ngampang Mas menegaskan kepada seluruh tim pendataan, khususnya para Kepala Dusun dan perangkat desa, agar terus memperbarui data serta mengontrol kondisi masyarakat terdampak. “Kami terus mengingatkan para Kepala Dusun dan perangkat desa agar melakukan pendataan secara berkala serta memantau kondisi masyarakat, terutama warga yang masih berada di posko darurat. Dari total 128 rumah warga yang terdampak, kerusakannya terdiri atas kategori ringan, sedang, dan berat. Data tersebut harus terus diperbarui sesuai kondisi terbaru di lapangan,” ujar Kepala Desa Ngampang Mas. Penangan Pasca Gempa Dalam upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, sebanyak 750 kilogram beras telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak di Desa Ngampang Mas. Bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Pusat dan disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Selanjutnya, bantuan diteruskan melalui kecamatan hingga ke desa untuk disalurkan kepada masyarakat berdasarkan hasil pendataan dan kondisi warga terdampak di masing-masing wilayah. “Bantuan beras yang telah diterima dan disalurkan hingga saat ini sebanyak 750 kilogram. Penyaluran dilakukan berdasarkan data masyarakat terdampak yang terus diperbarui,” ujar Kepala Desa Ngampang Mas. Pemerintah Desa Ngampang Mas terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Borong dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan. Sekretaris Desa Ngampang Mas kembali mengimbau seluruh masyarakat agar proaktif melaporkan kondisi rumah maupun fasilitas lainnya yang terdampak gempa bumi. Masyarakat yang mengalami kerusakan pada rumahnya diminta segera melaporkan kepada RT, RW, Kepala Dusun, maupun Pemerintah Desa Ngampang Mas. Laporan masyarakat akan menjadi bagian penting dalam proses pembaruan data dan penanganan dampak bencana, termasuk dalam menentukan kategori kerusakan ringan, sedang, atau berat. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Ngampang Mas agar segera melaporkan apabila rumah atau fasilitas lainnya terdampak gempa bumi. Laporan dapat disampaikan kepada RT, RW, Kepala Dusun maupun Pemerintah Desa agar seluruh data dapat dihimpun secara lengkap dan tingkat kerusakan dapat dicatat sesuai kondisi sebenarnya,” ujar Sekretaris Desa Ngampang Mas. Pemerintah Desa Ngampang Mas mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada, saling membantu, dan mengikuti arahan pemerintah selama masa tanggap darurat. Pendataan dan pemantauan akan terus dilakukan untuk memperoleh data yang akurat mengenai dampak gempa bumi di wilayah Desa Ngampang Mas. Data Sementara Dampak Gempa Bumi 128 unit rumah warga masyarakat terdampak gempa bumi; Kerusakan rumah terdiri atas kategori ringan, sedang, dan berat; SDI Perang Wunis terdampak; MPN Satu Atap Perang Wunis terdampak; Pospel Purakterdampak; Gereja Calon Paroki St. Roh Kudus Wunis terdampak; jaringan pipa air minum bersih Desa Ngampang Mas mengalami putus; 750 kilogram beras telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak. Catatan: Data jumlah rumah dan fasilitas yang terdampak, termasuk rincian berdasarkan kategori kerusakan ringan, sedang, dan berat, masih bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai hasil pendataan lanjutan, laporan masyarakat, serta perkembangan gempa susulan di wilayah Desa Ngampang Mas. Berita Desa Ngampang Mas.
Baca Selengkapnya →
23 Aug 2026 | 42
110 Rumah Warga Desa Ngampang Mas Terdampak Gempa Bumi, Masyarakat Juga Alami Gangguan Psikologis **Ngampang Mas, 23 Agustus 2026** — Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, tidak hanya menyebabkan kerusakan pada rumah warga, tetapi juga memberikan dampak psikologis bagi masyarakat, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia (lansia). Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun oleh Pemerintah Desa Ngampang Mas hingga **23 Agustus 2026**, tercatat sebanyak **110 rumah warga mengalami kerusakan** akibat gempa bumi. Data tersebut masih terus diperbarui melalui proses pendataan dan verifikasi di setiap wilayah dusun. Selain kerusakan fisik pada rumah warga, gempa bumi juga menimbulkan kekhawatiran dan trauma di tengah masyarakat. Anak-anak, orang dewasa, maupun lansia turut merasakan dampak psikologis akibat guncangan gempa dan kondisi rumah yang mengalami kerusakan. Situasi tersebut membuat sebagian masyarakat merasa cemas terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Sekretaris Desa Ngampang Mas, **Yonan**, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim sukarelawan desa yang telah membantu Pemerintah Desa dalam melakukan pendataan dampak gempa bumi. Tim sukarelawan tersebut terdiri atas **Kepala Dusun, Ketua RT, dan Ketua RW** di wilayah Desa Ngampang Mas. > “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim sukarelawan Desa Ngampang Mas, khususnya Kepala Dusun, RT, dan RW, yang telah bekerja membantu pendataan serta mengirimkan data dampak gempa sampai dengan hari ini, 23 Agustus 2026. Data ini sangat penting bagi pemerintah desa untuk mengetahui kondisi masyarakat dan rumah warga yang terdampak,” ungkap Yonan. Menurut Yonan, proses pendataan masih akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak dapat tercatat dengan baik. Ia mengimbau masyarakat Desa Ngampang Mas agar berperan aktif melaporkan kondisi rumah masing-masing kepada **Kepala Dusun** di wilayahnya. > “Kami berharap masyarakat bisa proaktif melaporkan kondisi rumahnya kepada Kepala Dusun masing-masing. Mungkin ada rumah warga yang belum diketahui atau belum sempat didata. Karena itu, masyarakat wajib melaporkan kondisi rumahnya agar tidak ada warga terdampak yang terlewat dalam pendataan,” jelasnya. Kepala Desa Ngampang Mas, yang kerap disapa **Pa Ansi**, menegaskan bahwa seluruh rumah warga harus didata tanpa membedakan tingkat kerusakan maupun latar belakang pemilik rumah. Pendataan harus mencakup rumah yang mengalami kerusakan ringan, kerusakan sedang, maupun kerusakan berat. > “Dalam proses pendataan, semua rumah yang rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat harus didata. Jangan sampai ada satu pun rumah warga yang tidak terdata. Pendataan juga tidak boleh memilah-milah, baik rumah milik PNS, pengusaha, maupun masyarakat lainnya, semuanya harus didata,” tegas Pa Ansi. Pa Ansi juga menyampaikan terima kasih kepada para Kepala Dusun yang telah bekerja keras mendata rumah warga, meskipun mereka sendiri turut terdampak gempa bumi. > “Saya menyampaikan terima kasih kepada para Kepala Dusun yang dengan susah payah tetap melakukan pendataan rumah warga, walaupun mereka juga mengalami dampak gempa. Semoga badai ini cepat berlalu dan semoga Tuhan selalu melindungi serta menyertai kita semua,” ungkapnya. Pemerintah Desa Ngampang Mas menegaskan bahwa pendataan tersebut sangat penting sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan dan kebutuhan bantuan bagi masyarakat terdampak. Oleh sebab itu, masyarakat diminta memberikan informasi yang benar dan sesuai dengan kondisi rumah masing-masing. Pemerintah Desa juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, saling membantu, serta memperhatikan kondisi anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia yang mengalami rasa takut atau trauma akibat bencana. Proses pendataan dampak gempa bumi akan terus dilakukan secara bertahap melalui koordinasi antara Pemerintah Desa, Kepala Dusun, RT, RW, tim sukarelawan, dan masyarakat. Pemerintah Desa Ngampang Mas berharap seluruh data kerusakan dapat dihimpun secara lengkap sehingga kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan. **Pemerintah Desa Ngampang Mas berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat dalam menghadapi dampak bencana, memastikan seluruh rumah warga terdampak tercatat, serta memperjuangkan kebutuhan bantuan dan penanganan bagi masyarakat yang mengalami dampak gempa bumi.**
Baca Selengkapnya →
22 Aug 2026 | 30
Perpisahan yang Tak Direncanakan: 35 Hari Bersama, Selamanya dalam Kenangan Pelepasan mahasiswa KKN Tematik dari Desa Ngampang kali ini terasa berbeda. Bukan karena masa pengabdian mereka telah selesai sesuai jadwal, tetapi karena keadaan memaksa mereka untuk pulang lebih awal akibat bencana gempa bumi yang melanda Pulau Flores. Kurang lebih 35 hari mereka hadir, tinggal, dan hidup bersama masyarakat Desa Ngampang. Dalam waktu yang relatif singkat itu, hubungan yang harmonis dan penuh kekeluargaan perlahan tumbuh. Mereka bukan lagi sekadar mahasiswa yang datang untuk menjalankan tugas akademik, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Ngampang. Selama berada di tengah masyarakat, banyak cerita dan pengalaman yang telah tercipta. Kebersamaan dalam menjalankan kegiatan desa, berdiskusi, bekerja bersama, berbagi cerita, hingga canda dan tawa menjadi bagian dari perjalanan yang tidak mudah dilupakan. Kehadiran anak-anak KKN Tematik telah memberikan warna tersendiri bagi masyarakat Desa Ngampang. Begitu pula sebaliknya, kehidupan masyarakat desa telah memberikan pengalaman dan pelajaran yang mungkin tidak mereka dapatkan hanya dari bangku perkuliahan. Namun, perpisahan kali ini datang lebih cepat dari yang direncanakan. Seharusnya masih ada waktu untuk melanjutkan berbagai kegiatan dan program KKN, tetapi gempa bumi yang melanda Flores membuat situasi berubah. Demi keselamatan bersama, anak-anak mahasiswa KKN Tematik terpaksa meninggalkan Desa Ngampang lebih awal. Dalam suasana haru tersebut, Sekretaris Desa Ngampang yang akrab disapa Pa Yonan, bersama Kepala Desa Ngampang Pa Ansi, menyampaikan pesan kepada anak-anak mahasiswa KKN. “Selamat menjalankan tugas akademik bagi anak-anak KKN. Kami selaku pemerintah Desa Ngampang dan mewakili seluruh masyarakat menyampaikan permohonan maaf apabila selama kalian berada di tengah-tengah kami terdapat tutur kata, sikap maupun perilaku yang kurang berkenan. Dari hati yang paling dalam, kami memohon maaf.” Permohonan maaf tersebut menjadi ungkapan ketulusan dari pemerintah desa dan masyarakat yang selama kurang lebih 35 hari telah menerima dan memperlakukan para mahasiswa seperti keluarga sendiri. “Walaupun pertemuan kita hanya sebentar, namun kami merasa kalian seperti anak kami sendiri.” Kalimat sederhana tersebut menggambarkan betapa dekatnya hubungan yang telah terjalin. Mereka datang sebagai mahasiswa, tetapi dalam perjalanan waktu menjadi bagian dari keluarga besar Desa Ngampang. Sayonara dari Anak-anak KKN Rasa haru juga datang dari pihak mahasiswa. Dalam kesempatan perpisahan tersebut, anak-anak KKN Tematik Unika Santu Paulus Ruteng menyampaikan ucapan sayonara yang diwakili oleh Enu Rilla. Dengan penuh rasa haru, Rilla mengungkapkan bahwa selama berada di Desa Ngampang, mereka mendapatkan banyak pengalaman berharga yang tidak akan mudah dilupakan. “Banyak kesan menarik yang kami dapatkan selama berada di sini. Di sini kami tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi kami juga belajar banyak tentang ilmu kemasyarakatan. Kami belajar bagaimana hidup bersama masyarakat, berkomunikasi, bekerja sama, dan memahami kehidupan masyarakat secara langsung,” ungkap Rilla. Menurut Rilla, waktu kurang lebih 35 hari bersama masyarakat Desa Ngampang telah memberikan pengalaman yang sangat berarti bagi seluruh mahasiswa KKN Tematik. Meski harus pulang lebih awal karena situasi gempa bumi, kenangan selama berada di desa akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka. “Kami juga ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat Ngampang apabila selama kami berada di sini ada tutur kata, sikap maupun perilaku kami yang kurang berkenan. Maafkan kami. Kami datang sebagai mahasiswa, tetapi kami pulang membawa banyak pengalaman dan kenangan dari masyarakat Desa Ngampang,” lanjut Rilla. Ucapan tersebut menjadi sebuah sayonara yang penuh makna. Tidak ada yang menyangka bahwa kebersamaan yang awalnya direncanakan akan berlangsung sesuai jadwal harus berakhir lebih cepat karena bencana. Gempa bumi memang memaksa mereka berpisah, tetapi tidak mampu menghapus kenangan yang telah dibangun. Justru dalam keadaan sulit seperti ini, rasa kebersamaan, kepedulian, dan kekeluargaan semakin terasa. Bagi mahasiswa KKN Tematik, Desa Ngampang mungkin menjadi salah satu tempat dalam perjalanan akademik mereka. Tetapi bagi masyarakat Ngampang, kehadiran mereka selama 35 hari telah meninggalkan cerita tersendiri. Mereka datang sebagai mahasiswa, tetapi perlahan diterima sebagai anak-anak sendiri. Perpisahan ini bukanlah akhir dari hubungan. Ini hanyalah akhir dari sebuah masa pengabdian dan awal dari perjalanan baru bagi anak-anak mahasiswa KKN Tematik. Semoga segala pengalaman yang diperoleh selama berada di Desa Ngampang menjadi bekal berharga dalam menyelesaikan pendidikan dan menjalankan pengabdian kepada masyarakat di masa yang akan datang. Selamat menjalankan tugas akademik, anak-anak KKN Tematik Unika Santu Paulus Ruteng. Terima kasih telah menjadi bagian dari keluarga besar Desa Ngampang. Mohon maaf atas segala kekurangan dari kami, dan maafkan juga segala kekurangan selama kebersamaan kita. Datang sebagai mahasiswa, tinggal sebagai keluarga, dan pulang membawa kenangan. Sayonara anak-anak KKN. Desa Ngampang mungkin menjadi tempat singgah dalam perjalanan kalian, tetapi kalian telah meninggalkan jejak dan kenangan yang akan selalu kami ingat.
Baca Selengkapnya →
20 Aug 2026 | 24
PEMERINTAH DESA NGAMPANG MAS KECAMATAN BORONG – KABUPATEN MANGGARAI TIMUR GEMPA BUMI BERDAMPAK PADA 86 RUMAH WARGA, GEREJA, DAN FASILITAS PENDIDIKAN DI DESA NGAMPANG MAS Ngampang Mas, 20 Agustus 2026 — Gempa bumi yang melanda Pulau Flores turut memberikan dampak terhadap masyarakat di Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan milik masyarakat maupun fasilitas umum yang berada di wilayah kerja Pemerintah Desa Ngampang Mas. Berdasarkan data sementara per tanggal 19 Agustus 2026, tercatat sebanyak 86 rumah warga terdampak gempa. Kerusakan bangunan rumah masyarakat tersebut terdiri atas kategori rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Data tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan dan verifikasi lapangan masih terus dilakukan oleh Pemerintah Desa bersama pihak terkait. Selain rumah warga, dampak gempa juga dirasakan pada sejumlah bangunan gereja dan gedung sekolah di wilayah Desa Ngampang Mas. Kerusakan pada fasilitas tersebut menjadi perhatian serius karena gereja dan sekolah merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat, baik dalam bidang keagamaan maupun pendidikan. Aktivitas Masyarakat Terganggu Dampak gempa tidak hanya terlihat dari kerusakan fisik bangunan. Kondisi tersebut juga mengganggu aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian warga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan serta menghadapi kekhawatiran mengenai keamanan rumah dan lingkungan tempat tinggal. Aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan keagamaan masyarakat juga mengalami gangguan. Masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan harus memprioritaskan keselamatan keluarga serta melakukan berbagai upaya untuk mengamankan tempat tinggal dan barang-barang milik mereka. Kerusakan fasilitas pendidikan juga menjadi perhatian karena proses belajar-mengajar harus dilaksanakan dengan tetap mempertimbangkan faktor keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik. Demikian pula dengan bangunan gereja yang mengalami kerusakan, sehingga aktivitas peribadatan masyarakat perlu menyesuaikan dengan kondisi keamanan bangunan. Pemerintah Desa Lakukan Pendataan dan Verifikasi Pemerintah Desa Ngampang Mas terus melakukan pendataan terhadap seluruh dampak gempa di wilayah desa. Pendataan dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi sebenarnya di lapangan, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan dan pemulihan. Pemerintah Desa juga mendorong agar setiap kerusakan dapat diverifikasi secara objektif berdasarkan tingkat kerusakan, baik rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat. Data hasil pendataan dan verifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Borong, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, BPBD, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta instansi terkait lainnya. Membutuhkan Dukungan Pemerintah dan Semua Pihak Pemerintah Desa Ngampang Mas menyadari bahwa penanganan dampak bencana dengan jumlah kerusakan yang cukup besar tidak dapat dilakukan oleh pemerintah desa sendiri. Karena itu, diperlukan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak untuk membantu masyarakat terdampak. Dukungan tersebut diharapkan mencakup penanganan rumah warga yang rusak, pemeriksaan kelayakan bangunan, pemulihan fasilitas pendidikan dan rumah ibadah, serta kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana. Pemerintah Desa Ngampang Mas berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak gempa, terutama warga yang mengalami kerusakan rumah dengan kategori sedang dan berat. Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada Pemerintah Desa Ngampang Mas mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengutamakan keselamatan. Masyarakat juga diharapkan saling membantu dan memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi kondisi pascabencana. Dalam situasi seperti ini, kebersamaan menjadi kekuatan utama masyarakat. Pemerintah Desa bersama masyarakat akan terus melakukan koordinasi dan upaya pemulihan sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Pemerintah Desa Ngampang Mas berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat terdampak serta mendorong percepatan penanganan dan pemulihan pascagempa. Ngampang Mas Bangkit, Masyarakat Kuat, Bersama Pulihkan Dampak Gempa. Pemerintah Desa Ngampang Mas Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur
Baca Selengkapnya →
19 Aug 2026 | 27
NGAMPANG MAS, MANGGARAI TIMUR — Gempa bumi yang mengguncang wilayah Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, turut memberikan dampak cukup besar bagi masyarakat Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan hasil pendataan sementara Pemerintah Desa Ngampang Mas di lapangan, tercatat sebanyak 76 unit rumah warga mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut terdiri atas beberapa kategori, yakni rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Pendataan tersebut masih bersifat sementara dan terus dilakukan oleh Pemerintah Desa bersama pihak terkait guna memastikan kondisi rumah warga serta menghimpun kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana. Gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 tersebut dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah Flores. Data pemberitaan mengenai kejadian tersebut juga menunjukkan bahwa Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang terdampak, dengan proses pendataan kerusakan dan korban terus dilakukan setelah gempa. Warga Mengungsi ke Tempat yang Lebih Aman Pasca-gempa, sejumlah warga Desa Ngampang Mas memilih meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman. Kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan membuat warga memilih untuk sementara waktu berada di lokasi pengungsian. Sejumlah warga bahkan membangun tempat perlindungan secara mandiri menggunakan terpal dan memanfaatkan lokasi perkebunan yang berada di dataran lebih tinggi. Kondisi tersebut sebelumnya juga diberitakan, dengan warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena khawatir terhadap gempa susulan. Situasi ini menjadi perhatian Pemerintah Desa Ngampang Mas karena sebagian rumah warga mengalami kerusakan dan tidak semuanya dapat langsung ditempati kembali, terutama rumah yang masuk dalam kategori rusak berat. Pendataan dan Asesmen Terus Dilakukan Pemerintah Desa Ngampang Mas terus melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak. Pendataan dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan secara lebih rinci sekaligus menjadi dasar dalam penyampaian laporan kepada Pemerintah Kecamatan Borong, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, BPBD, serta instansi terkait lainnya. Dari total sementara 76 rumah terdampak, tingkat kerusakan dibagi dalam tiga kategori: Rusak ringan Rusak sedang Rusak berat Jumlah masing-masing kategori masih dalam proses verifikasi dan validasi di lapangan. Pemerintah Desa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama terhadap kemungkinan gempa susulan, serta tidak menempati bangunan yang dinilai membahayakan keselamatan sebelum mendapatkan pemeriksaan atau penilaian dari pihak yang berwenang. Pemerintah Desa Berharap Dukungan dan Bantuan Dengan adanya kerusakan terhadap puluhan rumah warga, Pemerintah Desa Ngampang Mas berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, serta para pihak lainnya. Bantuan yang dibutuhkan masyarakat tidak hanya berupa perbaikan rumah, tetapi juga kebutuhan dasar warga yang berada di lokasi pengungsian, seperti makanan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan tidur, terpal, pakaian, serta kebutuhan lainnya. Pemerintah Desa Ngampang Mas juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong dalam menghadapi situasi pascabencana. “Data 76 rumah ini merupakan data sementara dan masih terus diverifikasi. Pemerintah Desa akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah daerah agar kondisi masyarakat terdampak dapat segera mendapatkan penanganan,” demikian disampaikan dalam upaya penanganan dan pendataan dampak bencana di Desa Ngampang Mas. Bencana ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan solidaritas. Di tengah kondisi yang sulit, semangat gotong royong masyarakat Desa Ngampang Mas diharapkan menjadi kekuatan untuk bersama-sama bangkit dan memulihkan kehidupan masyarakat pascagempa. Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur Data kerusakan: sementara — 76 rumah terdampak
Baca Selengkapnya →
29 Oct 2025 | 553
Kominfo Matim - Desember bagi kebanyakan orang, mungkin adalah untuk berlahan menikmati waktu setelah berjibaku dengan berbagai pekerjaan disepanjang tahun. Namun bagi Dinas Ketahahan Pangan dan Perikanan, Desember adalah awal kesibukkan.Terus bergerak hingga akhir. Mungkin menjadi kata kata yang tepat untuk menggambarkan upaya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, untuk mengejar target pengembangan Kampung Perikanan Budidaya di kabupaten Manggarai Timur pada tahun 2025. Bersama Dinas Kominfo, BPOM, Pemerintah Kecamatan Rana Mese dan Pemerintah desa Golo Loni, rapat kerja dilakukan bersama masyarakat. Demi kelancaran kegiatan, gotong royong menjadi cara terbaik. Prinsipnya, bersama kita pasti bisa. Hangatnya percakapan, menjadi bukti target Kampung Perikanan Budidaya pada tahun 2025. Memang menjadi semangat dan kerja bersama, sekaligus mengimbangi hawa dingin di akhir Desember. Dalam arahannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Herman Kodi menjelaskan, Penjabat Bupati Manggarai Timur, Boni Hasudungan, turun langsung untuk memastikan rapat kerja dan survey di desa Golo Loni bisa dilaksanakan. “ Tentu agenda pengembangan Kampung Perikanan Budidaya sangat kompleks, sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak didalamnya. Sesuai arahan Bapak Penjabat Bupati, Pola kerja seperti ini, akan sangat menentukan langkah strategis kita, karena kita mendapatkan banyak informasi dari berbagai perspektif “, ujar Herman Kodi. Sejumlah rekomendasi berhasil dihasilkan, terutama aspek pengorganisasian serta peningkatan kapasitas kelompok budi daya ikan air tawar di desa Golo Loni. Kepala desa Golo Loni, Yohanes B. Okalung, berjanji untuk segera melakukan konsolidasi bersama kelompok budidaya ikan air tawar. Kegiatan lalu dilanjutkan dengan pembagian pakan ikan oleh pemerintah desa kepada kelompok budi daya ikan air tawar. Lepas tengah hari, kamipun bergegas menuju areal persawahan desa Golo Loni, untuk bertemu Penjabat Bupati Manggarai Timur, Boni Hasudungan, yang didampingi Kepala DPMD, Gaspar Nanggar, untuk meninjau secara langsung kondisi kolam ikan milik kelompok. Kabut tipis turun rendah menyapu areal persawahan. Kami bergegas berlomba dengan gerimis menuju pondok dan kolam ikan yang menunggu. Alamnya yang indah dan mudah diakses menjadikan desa Golo Loni, menjadi ikon desa wisata di kabupaten Manggarai Timur dan telah meraih berbagai penghargaan. Kelompok budidaya ikan air tawar tentu akan menjadi pilar baru untuk memperkuat magnet pariwisata desa Golo Loni sekaligus meningkatkan kuaitas gizi masyarakat dan sebagai pusat pengembangan ikan air tawar di kabupaten Manggarai Timur. Sebuah pesan dari Yohanes B. Okalung, diterima telepon seluler saya sore ini, Rabu (05/02/2024 ). Pesannya cukup singkat. Jumlah kelompok budidaya ikan ai tawar berjumlah 12 kelompok dengan anggota 10 orang per kelompoknya. Jumlah kolam diperkirakan 400 kolam dengan jenis ikan Nila super, karpel dan mas.
Baca Selengkapnya →